Kamis, 10 Mei 2012

Laporan Praktikum Tanah


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar  Belakang
Kata ”tanah” seperti banyak kata umum lainnya, mempunyai beberapa pengertian. Dalam pengertian tradisional tanah adalah medium alami untuk pertumbuhan tanaman daratan, tanpa memperhitungkan tanah tersebut mempunyai horizon yang keliatan atau tidak. Pengertian ini masih merupakan arti yang paling umum dari kata tersebut. Tanah menutupi permukaan bumi sebagai lapisan yang sambung menyambung, terkecuali pada batuan tandus, pada wilayah yang terus menerus membeku, atau tertutup air dalam, atau pada lapisan es terbuka suatu glester.
Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.
Oleh karena itu, penelitian di lapangan merupakan observasi lapangan yg bertujuan untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, pengalaman dan keterampilan mahasiswa terutama mahaiswa yg berlatar belakang keguruan yg meliputi bidang edukatif ( pendidikan ) khususnya bagi guru geografi.



B. Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud tanah itu sendiri ?
2.      Bagaimana karakteristik tanah ?
3.      Bagaimana persebaran jenis-jenis tanah di indonesia .

C. Tujuan
1.      Agar mahasiswa dapat mengetahui dan bisa  menjelaskan karateristik tanah di lapangan.
2.      Agar mahasiswa dapat mengamati langsung kondisi fisik tanah di lapangan.
3.   Agar mahasiswa mengetahui apa itu tanah, karateristik, persebaran jenis tanah
      di Indonesia tersebut.

D. Waktu dan Tempat Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di Desa Handil Pinang, Kec. Alalak Berangas ,
Kabupaten Barito Kuala. Pada tanggal 30 Oktober 2011.













BAB II
DASAR TEORI

“Pengertian Tanah”
Tanah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari padatan (bahan mineral dan bahan organik), cairan dan gas, yang menempati permukaan daratan, menempati ruang, dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut: horison-horison, atau lapisan-lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan, kehilangan, pemindahan dan transformasi energi dan materi, atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alami (Soil Survey Staff, 1999).
Batas atas dari tanah adalah batas antara tanah dan udara, air dangkal, tumbuhan hidup, atau bahan tumbuhan yang belum mulai terlapuk. Wilayah yang dianggap tidak mempunyai tanah, apabila permukaan secara permanen tertutup oleh air yang terlalui dalam (secara tipikal lebih dari 2.5 m) untuk pertumbuhan tanam-tanaman berakar. Batas horizontal tanah adalah wilayah dimana tanah berangsur beralih kedalam, area-area tandus, batuan atau es.
Batas bawah yang memisahkan dari bahan bukan tanah yang terletak dibawahnya, adalah yang paling sulit ditetapkan. Tanah tersusun dari horizon-horizon dekat permukaan bumi yang berbeda kontras tehadap bahan induk di bawahnya, telah mengalamiperubahan interaksi antara iklim, relief dan jasad hidup selama waktu pembentukannya. Bisanya, pada batas bawah tanah.
Karakteristik Tanah

Tubuh tanah (solum) tidak lain adalah batuan yang melapuk dan mengalami proses pembentukan lanjutan. Usia tanah yang ditemukan saat ini tidak ada yang lebih tua daripada periode Tersier dan kebanyakan terbentuk dari masa Pleistosen.

Tanah organik berwarna hitam dan merupakan pembentuk utama lahan gambut dan kelak dapat menjadi batu bara. Tanah organik cenderung memiliki keasaman tinggi karena mengandung beberapa asam organik (substansi humik) hasil dekomposisi berbagai bahan organik. Kelompok tanah ini biasanya miskin mineral, pasokan mineral berasal dari aliran air atau hasil dekomposisi jaringan makhluk hidup. Tanah organik dapat ditanami karena memiliki sifat fisik gembur (sarang) sehingga mampu menyimpan cukup air namun karena memiliki keasaman tinggi sebagian besar tanaman pangan akan memberikan hasil terbatas dan di bawah capaian optimum.

Tanah non-organik didominasi oleh mineral. Mineral ini membentuk partikel pembentuk tanah. Tekstur tanah demikian ditentukan oleh komposisi tiga partikel pembentuk tanah: pasir, lanau (debu), dan lempung. Tanah pasiran didominasi oleh pasir, tanah lempungan didominasi oleh lempung. Tanah dengan komposisi pasir, lanau, dan lempung yang seimbang dikenal sebagai geluh (loam).










BAB III
HASIL PENELITIAN

Lokasi penelitian :       Handil Pinang, Kec. Alalak Berangas, Kab. Barito Kuala
Titik Koordinat   :      030, 14’, 14,0” LS
                                   1140 35’ 25,6” BT
                              
Cara mengambil sampel Tanah :
Mengambil dengan Bor Tanah
  1. Tancapkan Bor pada tanah dengan kedalaman 1 M

  1. Putar bor tanah searah jarum jam dan sebaliknya
Description: D:\New folder\DSCF1394.jpg
  1. Angkat dengan perlahaan
Description: D:\New folder\DSCF1398.jpg


Analisi Tekstur
            Analisis Tekstur dapat dilakukan Cara kualitatif (di lapangan), mengambil segumpal tanah sebesar kelereng atau kira[kira 1 cm 3  , kemudian diremas atau diuli dengan  ibu jari dan jari telunjuk atau jari lainnya dalam kondisi basah. Dari penelitian kami ,sample tanah yang kami ambil dengan kedalaman 1 meter memilki tekstur : Liat , Lempung.
Description: D:\New folder\Riise=Luph=Aeza031.jpg
Analisis Warna Tanah
Ø  Ambil sampel tanah
Ø  Lalu bentuk bundaran
Ø  kemudian cocokkan warna tanah tersebut pada daftar warna yang ada pada buku Munsell.
Description: D:\New folder\DSCF1445.jpg
Description: D:\New folder\Riise=Luph=Aeza037.jpg

Dari penelitian yang kami lakukan dilapangan diketahui bahwa warna tanah adalah Very dark grayish brown dengan ukuran 10 YR  => 3/2.

Analisis pH tanah
untuk mengetahui pH tanah,dilakukan dengan cara sebagai berikut :
Ø  Ambil Sampel tanah permukaan dan tanah dengan kedalaman 1 M
Ø  masukkan kedalam tabung reaksi
Ø  Tuangkan Aquades
Ø  Kemudian kocok dan endapkan beberapa menit
Ø  Setelah larutan mengendap,masukkan pH stik kedalam endapan larutan yang berwarna bening
Ø  Lalu bandingkan dengan Indikator yang ada di kotak pH stik
Ø  Dari penelitian yang kami lakukan diketahui bahwa sampel tanah permukaan dan tanah dengan kedalaman 1m memiliki pH 6


Description: Foto-0180.jpg


Analisis Kandungan Bahan Organisme Tanah
Dapat kita lakukan dengan cara:
  • Ambil sampel tanah permukaan dan tanah kedalaman 1m
  • Masukkan dalam tabung/gelas
  • Masukkan beberapa tetes cairan H2O2
  • Aduk cairan terebut, lalau diamkan beberapa saat
  • Apabila cairan tersebut mengandung buih/busa maka tanah terebut mengandung bahan organik
Dari penelitian yang kami lakukan, terlihat bahwa sampel tanah permukaan dan tanah
kedalaman 1m yang kami amati, mengandung bahan organik.
Description: Foto-0181.jpg
Description: Foto-0182.jpg
Analisis Kadar Kapur
Dapat di anaisis dengan cara:
Ø  Ambil sampel tanah permukaan dan tanah kedalaman 1m
Ø  Masukkan sampel tanah tersebut ke dalam tabung/gelas
Ø  Masukkan beberapa tetes cairan HCl
Ø  Lalu, diamkan larutan tersebut beberapa menit
Ø  Jika larutan tersebut mengandung buih/busa, maka tanah pada lokasi terebut mengandung kadar kapur.
Dari penelitian yang kami lakukan, diketahui bahwa tanah pada lokasi tersebut
mengandung kadar kapur.
Description: Foto-0186.jpg
Description: Foto-0184.jpg


BAB IV
PEMBAHASAN
Tanah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari padatan (bahan mineral dan bahan organik), cairan dan gas, yang menempati permukaan daratan, menempati ruang, dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut: horison-horison, atau lapisan-lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan, kehilangan, pemindahan dan transformasi energi dan materi, atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alami (Soil Survey Staff, 1999).
Schoeder (1972) mendefinisikan tanah sebagai suatu sistem tiga fase yang mengandung air, udara dan bahan-bahan mineral dan organik serta jasad-jasad hidup, yang karena pengaruh berbagai faktor lingkungan pada permukaan bumi dan kurun waktu, membentuk berbagai hasil perubahan yang memiliki ciri-ciri morfologi yang khas, sehingga berperan sebagai tempat tumbuh bermacam-macam tanaman.
Menurut Jooffe dan Marbut (1949), dua orang ahli Ilmu Tanah dari Amerika Serikat, Tanah adalah tubuh alam yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam terhadap bahan-bahan alam dipermukaan bumi. Tubuh alam ini dapat berdiferensiasi membentuk horizon-horizon mieneral maupun organik yang kedalamannya beragam dan berbeda-beda sifat-sifatnya dengan bahan induk yang terletak dibawahnya dalam hal morfologi, komposisi kimia, sifat-sifat fisik maupun kehidupan biologinya. Ada tiga hal penting yang dari definisi ini :
  •  Tanah itu terbentuk dan berkembang dari proses-proses alami
  • Adanya diferensiasi profil tanah membentuk horizon-horizon
  • Terdapat perbedaan yang menyolok antara sifat-sifat bahan induk dengan horizon-horizon tanah yang terbentuk terutama dalam hal morfologi, kimiafi, fisik dam biologinya.
Darmawijaya (1990) mendefinisikan tanah sebagai akumulasi tubuh alam bebas, menduduki sebagain besar permukaan palnet bumi, yang mampu menumbuhkan tanaman, dan memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.
Batas atas dari tanah adalah batas antara tanah dan udara, air dangkal, tumbuhan hidup, atau bahan tumbuhan yang belum mulai terlapuk. Wilayah yang dianggap tidak mempunyai tanah, apabila permukaan secara permanen tertutup oleh air yang terlalui dalam (secara tipikal lebih dari 2.5 m) untuk pertumbuhan tanam-tanaman berakar. Batas horizontal tanah adalah wilayah dimana tanah berangsur beralih kedalam, area-area tandus, batuan atau es.
Batas bawah yang memisahkan dari bahan bukan tanah yang terletak dibawahnya, adalah yang paling sulit ditetapkan. Tanah tersusun dari horizon-horizon dekat permukaan bumi yang berbeda kontras tehadap bahan induk di bawahnya, telah mengalamiperubahan interaksi antara iklim, relief dan jasad hidup selama waktu pembentukannya. Bisanya, pada batas bawah tanah.
Karateristik Tanah : Tubuh tanah (solum) tidak lain adalah batuan yang melapuk dan mengalami proses pembentukan lanjutan. Usia tanah yang ditemukan saat ini tidak ada yang lebih tua daripada periode Tersier dan kebanyakan terbentuk dari masa Pleistosen.
Tanah organik berwarna hitam dan merupakan pembentuk utama lahan gambut dan kelak dapat menjadi batu bara. Tanah organik cenderung memiliki keasaman tinggi karena mengandung beberapa asam organik (substansi humik) hasil dekomposisi berbagai bahan organik. Kelompok tanah ini biasanya miskin mineral, pasokan mineral berasal dari aliran air atau hasil dekomposisi jaringan makhluk hidup. Tanah organik dapat ditanami karena memiliki sifat fisik gembur (sarang) sehingga mampu menyimpan cukup air namun karena memiliki keasaman tinggi sebagian besar tanaman pangan akan memberikan hasil terbatas dan di bawah capaian optimum.
Tanah non-organik didominasi oleh mineral. Mineral ini membentuk partikel pembentuk tanah. Tekstur tanah demikian ditentukan oleh komposisi tiga partikel pembentuk tanah: pasir, lanau (debu), dan lempung. Tanah pasiran didominasi oleh pasir, tanah lempungan didominasi oleh lempung. Tanah dengan komposisi pasir, lanau, dan lempung yang seimbang dikenal sebagai geluh (loam).
Warna tanah merupakan ciri utama yang paling mudah diingat orang. Warna tanah sangat bervariasi, mulai dari hitam kelam, coklat, merah bata, jingga, kuning, hingga putih. Selain itu, tanah dapat memiliki lapisan-lapisan dengan perbedaan warna yang kontras sebagai akibat proses kimia (pengasaman) atau pencucian (leaching). Tanah berwarna hitam atau gelap seringkali menandakan kehadiran bahan organik yang tinggi, baik karena pelapukan vegetasi maupun proses pengendapan di rawa-rawa. Warna gelap juga dapat disebabkan oleh kehadiran mangan, belerang, dan nitrogen. Warna tanah kemerahan atau kekuningan biasanya disebabkan kandungan besi teroksidasi yang tinggi; warna yang berbeda terjadi karena pengaruh kondisi proses kimia pembentukannya. Suasana aerobik/oksidatif menghasilkan warna yang seragam atau perubahan warna bertahap, sedangkan suasana anaerobik/reduktif membawa pada pola warna yang bertotol-totol atau warna yang terkonsentrasi.
Struktur tanah merupakan karakteristik fisik tanah yang terbentuk dari komposisi antara agregat (butir) tanah dan ruang antaragregat. Tanah tersusun dari tiga fasa: fasa padatan, fasa cair, dan fasa gas. Fasa cair dan gas mengisi ruang antaragregat. Struktur tanah tergantung dari imbangan ketiga faktor penyusun ini. Ruang antaragregat disebut sebagai porus (jamak pori). Struktur tanah baik bagi perakaran apabila pori berukuran besar (makropori) terisi udara dan pori berukuran kecil (mikropori) terisi air. Tanah yang gembur (sarang) memiliki agregat yang cukup besar dengan makropori dan mikropori yang seimbang. Tanah menjadi semakin liat apabila berlebihan lempung sehingga kekurangan makropori.

Jenis – jenis tanah dan persebarannya di Indonesia
Beberapa jenis tanah yang ada di Indonesia antara lain:
1. Tanah organik (gambut) disebut juga tanah organosol atau histosol. Banyak terdapat di Sumatra, Kalimantan dan Papua. Penggunaan tanah ini umumnya digunakan untuk perkebunan.
2. Grumusol, tanah berasal dari batuan induk batu kapur dan tuffa vulkanik, kandungan organiknya rendah. Ada di Jawa bagian Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Maluku. Cocok untuk palawija dan perkebunan.
3. Latosol tersebar luas di Indonesia, batuan pembentuknya berasal dari batuan beku, sedimen dan metamorf. Penggunaan lahan umumnya persawahan dan lahan kering, tergantung pada ketersediaan airnya. Cocok untuk padi, palawija, dan perkebunan.
4. Andosol kebanyakan terdapat di Sumatera dan Jawa, yaitu pada daerah vulkanik aktif, yaitu pada lereng vulkan atas dengan bahan abu vulkanik dan tuff. Penggunaan lahannya untuk pertanian sayuran dan perkebunan.
5. Aluvial, berasal dari endapan lumpur halus cocok untuk padi, palawija, dan perkebunan. Tanah alluvial tergantung asal endapannya, vulkanis atau batu gamping.
6. Podsol, tekstur tanah berupa pasir, kandungan bahan organik sedang. Tanah podsol banyak dijumpai di sepanjang sungai-sungai besar Sumatera, Kalimantan, dan Irian.

















BAB V
PENUTUP

5.1. KESIMPULAN
Tanah merupakan suatu benda alam yang tersusun dari padatan (bahan mineral dan bahan organik), cairan dan gas, yang menempati permukaan daratan, menempati ruang, dan dicirikan oleh salah satu atau kedua berikut: horison-horison, atau lapisan-lapisan, yang dapat dibedakan dari bahan asalnya sebagai hasil dari suatu proses penambahan, kehilangan, pemindahan dan transformasi energi dan materi, atau berkemampuan mendukung tanaman berakar di dalam suatu lingkungan alami (Soil Survey Staff, 1999).

5.2. SARAN
Tanah mempunyai fungsi yang sangat vital, karna tanah tempat beradanya makluk hidup, tempat bercocok tanam dan lain. Oleh karena itu kita harus menjaga dan melestarikan Alam sekitar kita agar tidak rusak dan tercemar.










DAFTAR PUSTAKA

Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah Edisi Ketiga. Jakarta : PT. Mediyatama Sarana Perkasa..
Rayes, M. L. 2007. Metode Inventarisasi Sumber Daya Lahan. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta.
Suripin. 2001. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Yogyakarta : Penerbit Andi Yogyakarta.
Widiatmaka, Sarwono Hardjowigeno. 2007. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.






  








           

       






    



  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar